Minggu, 13 Maret 2016

Jenis Tanaman Bonsai Dan Cara Membuat Bonsai, Semua Tentang Bonsai

Cara Membuat Bonsai - Bonsai merupakan salah satu jenis kesenian kuno. Tanaman bonsai sudah ada sejak lebih dari ribuan tahun yang lalu. Biasanya tanaman bonsaidikaitkan dengan Negara Jepang, namun sebenarnya pohon bonsai ini berasal dari Negara China. Bonsai di Negari China lebih erat dengan kepercayaan Zen. Namun berbeda denga sekarang, pohon bonsai sudah digunakan dalam berbagai hal, mulai dari dekorasi hingga tujuan rekreasi, serta keperluan adat istiadat lainnya.

cara membuat bonsai


Jenis-Jenis Tanaman Bonsai

Sebenarnya, jika kita mau tahu, banyak jenis tanaman yang dapat dibuat menjadi tanaman bonsai. Pemilihan jenis tanaman tepat berkaitan erat dengan bakalan bonsai yang akan dipilih untuk dipelihara. Ada beberapa ciri-ciri tertentu yang harus dimiliki tanaman bakal bonsai agar bisa disebut bonsai. Tunggul (angkal pohon yang masih tinggal tertanam di dalam tanah sehabis ditebang) yang dijadikan elemen taman tentu tidak terlalu menuntut kriteria yang spesifik. Asal tunggul tersebut bagus dan unik, ia akan lebih menambah keindahan taman secara keseluruhan.


Ciri-ciri tanaman yang cocok dijadikan bonsai

Tanaman yang akan dijadikan bonsai memiliki umur yang panjang

Kenapa tanaman yang akan dijadikan bonsai harus memiliki umur yang panjang? Karena bonsai merupakan seni, jadi jika tanaman hanya berumur satu musim atau beberapa tahun saja maka ia tidak akan cocok. Lebih baik memilih tanaman yang memiliki umur hingga puluhan bahkan ratusan tahunan.


Tanaman yang akan dibonsai sebaiknya bisa tahan hidup menderita
Semua tanaman tidak mungkin bisa dijadikan tanman bonsai. Tanaman yang akan dijadikan bonsai juga wajib bisa bertahan hidup. Karena sudah pasti bonsai nantinya akan ditanam di dalam pot yang kecil. Jadi jumlah mineral lebih sedikit dan luas tempat yang untuk akr juga terbatas.


Tanaman bonsai merupakan golongan dari tumbuhan dikotil

Rata-rata tanaman bonsai biasanya berasal dari tumbuhan dikotil. Tumbuhan monokotil tidak bagus atau tidak cocok dijadikan bonsai karena ia masih tergolong semak atau perdu, jadi kurang bagus hasilnya jika dijadikan tanamn bonsai. Namun adapula jenis tanman bonsai yang berasal dari jenis monokotil, misalnya kelapa puyuh, kelapa gading, atau bambu. Namun ratarata tidak disebut bonsai sejati.

Bentuknya tanaman indah secara alami

Daya tarik pohon akan dapat menambah daya tarik bonsai. Biasanya lebih dominan ke bentuk batang, kulit batang, akar, daun, bunga dan buah. Namun dengan training keindahan pada tanaman akan lebih proporsional.

Tahan training (dibentuk secara paksa)

Teknik yang mungkin sering dilakukan untuk mendapatkan tanaman yang baik, mungkin proses ini sebenarnya adalah siksaan bagi tanaman. Tanaman yang tidak dapat bertahan akan mati. Untuk menjadi bonsai, suatu tanaman harus memiliki sifat dapat bertahan walau dibentuk secara paksa.

Beberapa jenis tanaman yang cocok dijadikan bonsai yaitu asam, asam kranji, beringin, cantigi laut, cemara, landepan, mustam, pilang, pinus, serut, delima, duwet, jeruk kingkit, kawista batu, kembang jepun, siantho atau dewandaru, sisir atau kaliage, trenggulun, ulmus, wareng.


Cara Membuat Bonsai

Pembuatan bibit untuk bakal bonsai dimulai dari pemilihan langsung jenis pohon yang memiliki banyak cabang. Cabang-cabang tersebut nantinya tinggal diberikan perlakuan tertentu, misalnya seperti dipotong, dan dikreasikan atau dibentuk supaya bisa menjadi tanaman bonsai. Selain itu cara pembuatan bibit tanaman bonsai juga dapat diperoleh dari biji yang khusus untuk disemaikan atau dari semai yang ada di alam, setekan atau cangkokan yang pembuatannya memerlukan sedikit keterampilan, okulasi, dan bongkah-bongkah tanaman yang masih bertunas dan masih nampak bertahan untuk hidup.

Cara Pembuatan Bibit Tanaman Bonsai

1. Semai Bakal Bonsai.

Semai bakal bonsai memang bisa dilakukan. Namun, teknik ini kurang efektif. Ini dikarenakan waktu yang dibutuhkan bakal bonsai terbilang cukup lama.

2. Setek, Cangkok dan Okulasi

Mencangkok, menyetek serta okulasi merupakan salah satu yang mungkin boisa disebut seni. Selain itu jika dibandingkan dengan tenik penyemaian bakal bonsai, teknik setek,cangkok ini terbilang singkat. Cara-cara ini mampu mempersingkat waktu jadi hanya sekitar 2 bulan saja. Namun cara okulkasi ini yang terbilang lama, karena ia membutuhkan waktu 1 tahunan. 

Untuk malkukan pencangkokan, kita harus memulih batang pohon kayu minimal sebesar pensil atau setidaknya ibu jari, dan serta kulitnya mudah dikelupas atau tidak lengket. 

Cara melakukan pencangkokan untuk tanaman bonsai

1) Pertama, kulit tanaman bakal bonsai  dikupas selebar 3 sampai 5 cm
2) Kemudian buang lendir yang melekat pada batang dengan cara mengeroknya
3) Biarkan bekas kupasan tersebut 3 sampai 4 hari, 
4) Kemudian tutup dengan campuran antara tanah remah, kompos yang tua dengan perbandingan 1:1
5) Bungkus dengan lembaran plastik, selanjutnya ikat di bagian atas dan bawah
6) Setelah terbungkus sempurna dengan plastik, selnjutnya plastik dibuat lubang dengan cara ditusuk dengan jarum ata apapun yang bisa digunakan untuk melubangi plastik.


Untuk membuat bibit bonsai dengan cara okulasi dapat dilakukan pada jenis pohon buah-buahan. Bibit bonsai okulasi terdiri dari dua bagian, yaitu bagian batang bawah dan bagian batang atas. 

Langkah-langkah pembuatan bibit bonsai dengan cara okulasi :

1) Batang pokok dibersihkan sepanjang 15 cm di atas tanah,
2) Sayat kulit sepanjang 10 cm dari atas tanah selebar 8 mm, caranya yaitu dengan membuat keratan di bagian atas dan kanan kiri menurun ± 4 cm panjang,
3) Tarik kulit ke bawah, sehingga ia akan nampak seperti lidah, lalu  potong separuhnyasaja ,
4) Sayat mata dari dahan bagian atas, dengan kayunya sedikit dari bawah ke atas, panjang ± 4 cm di atas mata yang merata, sehingga pas betul menempel pada keratan pohon pokok,
5) Angkat kayu secara perlahan-lahan sehingga tidak merusak matanya,
6) Kulit yang memiliki mata tunas, masukkan antara kayu dan kulit lidah batang pokok, yang telah dibuka, dan tempelkan kembali, usahakan mata tunas tidak tertutup,
7) Terakhir tinggal balut dengan dengan tali raffia.


Pemilihan Media Tanam Bonsai


Bonsai hidup dalam pot kecil, sehingga media tanam sangat terbatas. Hal tersebut mengakibatkan bonsai memiliki persediaan nutrisi terbatas dan sangat sensitif terhadap air siraman maupun air hujan. Media tanam sebaiknya mengandung nutrisi serta bahan mineral yang cukup. Ini bertujuan agar tanaman dapat hidup dan tumbuh dengan baik. Berikut adalah bberapa media tanam untuk tanaman bonsai. 

1) Pasir
Media tanam berupa pasir memiliki sifat porous. Sifat inilah yang membuat mudah meneruskan air, serta mencegah air menggenangi media untuk waktu yang lama. Selain itu, pasir juga memudahkan udara masuk ke dalam media tanam.

2) Tanah
Tanah yang umum digunakan untuk media tanaman bonsai yaitu tanah gunung warna hitam, cokelat tua maupun tanah merah.

3) Humus
Humus atau tanah humus merupakan jenis tanah yang materialnya berasal dari bahan-bahan organik seperti daun-daunan. Daun lapuk dalam wajktu yang cukup lama. Pelapukan ini dibantu juga oleh mikroorganisme. 

5) Pupuk kandang

Pupuk kandang yang sudah biasa dipakai yaitu dari kotoran kambing. Pupuk kandang yang bisa dipakai yaitu sudah matang. Kotoran yang sudah matang memiliki warna cokelat tua atau hitam dan tidak bau. Namun untuk menggunakannya sebaiknya dicampur dengan tanah humus. 


Penanaman dan Pemeliharaan Tanaman Bonsai

Penanaman tanaman bonsai dimulai dari pemilihan tanaman dengan batang utama yang cukup kuat kemudian dapat dipindahkan ke dalam pot. Selanjutnya bentuk batang akan dikreasikan dan dibentuk menggunakan kawat. Periksa ranting beserta cabang yang tumbuh secara rutin. Hal ini untuk membentuk bonsai sesuai dengan yang diinginkan. Hal yang tak kalah penting yaitu pemilihan tanah, karena disana batang akan dibentuk, ranting dan dahan akan ditentukan. Pilihlah tanah dengan humus sedikit dan kelembaban tanah juga perlu dijaga. 

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan : 

1) Pot beserta isinya
Pot merupakan sebuah tempat dalam mengkreasikan tanaman bonsai. Pot bonsai sebaikinya diperlengkapi dengan lubang pembuangan air. Dalam pengisian pot, berikut adalah saran kompisisi media yang ada di dalamnya yaitu 50 % tanah liat sedang, 20 % pasir dan 30 % kompos.

2) Pengisian pot

Mengisi pot untuk tanaman bonsai ayng bagus adalah mirip dengan media tanam tanman bonsai di alam. Lapisan paling atasnya tebalnya tidak lebih dari 35 cm bersifat cerul, penuh dengan humus, dan subur. Lapisan yang kedua masih lunak, masih bisa meneruskan air ke bawah menjadi air tanah. Lapisan yang ketiga yaitu berbentuk lapisan tanah yang memiliki banyak batu-batuan yang berukuran beraneka ragam. Lapisa terakhir merupakan lapisan induk batu yang kedap air.

3) Pengamanan isi pot

Batu kerikil, pasir dan tanah dapat dihuni oleh serangga tanah yang dapat membahayakan tanaman bonsai. Pengganggu tanaman bonsai yang utama yaitu cacing dan nematoda. Oleh karena itu diperlukann untuk menyaring isi pot agar terbebas dari Cacing tanah, serangga, dan juga jenis-jenis penyakit.

4) Pemeliharaan setelah tanam

Ketika selesai menanam bonsai, siram bibit bonsai dengan air. Cara menyiramnya yaitu dengan menyem,protnya dengan  spayer yang halus. Air yang digunakan sebaiknya yang bersih dan tidak berlumpur. Penyiraman sebaiknya dilakukan seperlunya saja dan tidak berlebihan. Tempatkan bakal bonsai di tempat yang teduh, tidak banyak angin dan terhindar dari hewan. Untuk mempercepat pertumbuhan, bibit bonsai dapat dilakukan dengan menutup seluruh tanaman dengan kantung plastik yang transparan.


Tahap Pembentukan Bonsai

Membentuk tanaman kerdil atau bonsai sebenarnya adalah membuat pohon mini dari bentuk-bentuk pohon-pohon di alam bebas. Berikut ini merupakan beberapa tahap dalam pembentukan bonsai :

Tahap pertama. Tahap pertama yaitu membentuk kerangka dasar. Calon bonsai yang sudah siap diberi kerangka dasar yaitu yang sudah benar-benar sehat atau pulih dari lukanya kembali. Batang pokoknya praktis sudah tidak tergoyahkan lagi dan telah cukup mencapai ketinggian yang diperlukan pada akhirnya siap untuk dikreasikan dan dibentuk. Sebelum membuat bentuk kerangka dasar, sebaiknya rencanakan terlebih dahulu secara benar-benar bentuk bonsai yang sedang dikhayalkan, dan bagaimana bayangkan juga kira-kira bentuk bonsai pada nantinya.

Tahap kedua yaitu merubah arah dan bentuk tanaman. Merubah bentuk dan arah tumbuh batang pokok dan dahan-dahan adalah suatu paksaan bagi tanaman. Jadi ini akan memakan waktu hingga bentuk dan arah yang dikehendaki diapati. Untuk itu, yang diperlukan yaitu sarana untuk memudahkan pelaksanaannya seperti kawat kuningan dari beberapa ukuran diameternya, tali raffia, tang untuk memotong kawat, gunting pemangkas, gunting biasa, pisau kecil yang tajam, tang yang runcing ujungnya dan cellotape.


Penyempurnaan Bentuk Bonsai

Tak semua jenis dari tanaman bisa dikerdilkan. Tanaman yang bisa dikerdilkan merupakan tanaman yang mempunyai daun berukuran kecil, contohnya beringin, jeruk kingki, jenis-jenis coniper (cemara, pinus ), delima dan lain-lain. Penyempurnaan bonsai yaitu menyusun ranting-ranting dengan daunnya yang cukup lebat, namun tetap seimbang dengan bentuk dan ukuran bonsai untuk keseluruhannya. Pengendalian dari pertumbuhan tanaman bonsai dilakukan melalui pemangkasan (pemotongan) dan pengetipan (pemetikan titik tumbuh). Pemotongan atau pemangkasan dapat dilakukan dengan cara memotong dahan atau ranting yang dekat dengan kuntum yang terlihat sehat, kemudian lukanya ditutup dengan paraffin. Kemudian diteruskan melilit dahan yang memanjang dengan menggunakan kawat selama pertumbuhan baru. INi berguna untuk membentuk sebuah penampilan bonsai, dan untuk hasilnya akan didapat untuk beberapa waktu yang selanjutnya.

Beberapa dari teknik yang biasa digunakan dalam memperbanyak bonsai yaitu dengan cara pemotongan bagian vegetatif dan layering. Kedua cara ini sangat digemari oleh pebisnis bonsai. ALasannya yaitu karena ia relatif cepat dan mudah. Anda dapat memotong percabangan bonsai, selanjutnya menanamnya pada media tumbuh untuk membuat bonsai yang baru.

Ranting tanaman bonsai yang telah dipotong haruslah cukup tebal dan kokoh. Ini agar ia bisa menjadi anakan baru yang cantik dan memesona. Jika ranting yang dipotong berasal dari bonsai yang telah cukup tua, maka anakan akan memiliki kesan setua indukannya, dan ini adalah nilai tambah tersendiri untuk bonsai. Memang memunculkan akar dari ranting yang sudah tua adalah lebih lama dibandingkan dengan ranting yang muda. Namun, tentu tidak ada salahnya untuk mencoba bukan? Anakan dari hasil potongan harus didiamkan tumbuh selama kurang lebih 6 bulan, baru selanjutnya boleh mem-bonsainya.

Teknik perbanyakan bonsai yang kedua yaitu dengan layering. Teknik ini hampir sama seperti cangkok. Layering yaitu membiarkan ranting membentuk akar selama masih menempel pada induknya. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu dengan cara cangkok biasa. Pertama mengupas kulit kayu pada bagian yang ingin dibuat anakan baru, lalu menyelimutinya dengan media terakhir dibungkus dengan plastik. Cangkokan disiram secara terus menerus hingga tumbuh akar. Apabila akar telah tumbuh, maka sudah boleh memindahkan anakan tersebut ke media yang terpisah dari induknya. Bagian yang dicangkok merupakan cabang yang cukup tebal agar anakan bonsai tumbuh seindah bonsai induknya dan dengan kokoh. 

Teknik lainn yang umum digunakan yaitu dengan menyambung beberapa jenis bonsai. Ini tujuannya untuk membuat varian baru. Contohnya ada bonsai spesies A akan disambungkan dengan bonsai spesies B. Ranting bonsai A kemudian dipotong, sementara kulit kayu bonsai B dikupas pada bagian yang ingin disambungkan dengan bonsai A. Tempelkan potongan bonsai A di bagian bonsai B yang sudah dikupas, bungkus sambungan tersebut dengan plastik yang sudah diberi dengan semprotan hormone.

Kultur bonsai juga dapat dilakukan dengan menggunakan potongan daun. Namun, cara ini biasanya kurang berhasil.

Sekian artikel mengenai bonsai. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar